Posted by: dhyar on: July 12, 2008
Orang bijak mengatakan “Bangsa yang bijaksana adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya”. Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan, mari kita bangun negeri ini untuk bisa lebih maju, lebih bermartabat dan lebih jujur. Patriotisme kita sebagai harapan bangsa harus lebih besar lagi, jangan sampai mengecewakan para pahlawan yang telah gugur membela negara kita. Apa yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa dalam menunjukan Semangat Hari Kemerdekaan? Ini yang perlu kita kaji bersama.
Akhir-akhir ini tepatnya beberapa bulan kebelakang, marak sekali demo-demo mahasiswa menolak kenaikan BBM. Ini wajar menurut aku pribadi, niat mereka adalah baik untuk memperjuangkan rakyat miskin yang tertindas. Tapi sayang, niat dan tindakan tidak sejalan dengan yang diharapkan. Hampir di setiap kali melakukan demo, selalu terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi. Demo berlangsung secara anarkis dengan merusak fasilitas umum, dan menimbulkan gangguan terhadap masyarakat lainnya. Di media cetak dan elektronik sering terdengar berita Mahasiswa merusak fasilitas umum, menyandera mobil ber plat merah, memblokir jalan dan masih banyak lagi demo anarkis lainnya di berbagai wilayah. Apakah ini yang disebut Patriotisme? Sudah sebrutal itukah Dunia Pendidikan bangsa kita? Mari kita renungkan sekali lagi. Apa yang membuat mahasiswa merasa benar dengan bertindak anarkis dalam berdemo? Semua ini tidak terlepas dari Lingkungan yang membentuk karakter dan sifat mahasiswa itu sendiri.
Kurang bagusnya lingkungan pendidikan dalam belajar, membawa pengaruh buruk terhadap anak. Pernah beberapa hari lalu saya menemukan forum yang membahas dan memberikan link berupa video, dimana ada dua anak smp laki-laki sedang mencabuli temannya yang perempuan tanpa rasa belas kasihan. Miris sekali aku melihatnya. Sudah seburuk itu kah perilaku remaja penerus bangsa? Siapa yang pantas di salahkan dalam kasus seperti ini? Saya rasa tidak akan ada habisnya, semua pasti akan saling menyalahkan. Guru akan menyalahkan orangtua karena kurang mengawasi anak di rumah. Sedangkan orangtua menyalahkan gurunya dengan argument bahwa dia menyekolahkan anaknya supaya dididik, jadi hal ini adalah mutlak tanggung jawab guru sekolah.
Mari kita berpikir bersama, bagaimana memperbaiki perilaku anak penerus bangsa. Mari kita benahi sistem pendidikan kita. Mari kita ciptakan lingkungan hidup yang baik untuk anak kita. Mari kita tanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada anak. Mari..mari kita benahi negara kita tercinta dari kebrobokan generasi penerusnya. Jangan sampai ada lagi penerus dewan korupsi, pejabat korupsi, scandal cabul pejabat. Cukup sampai disini cerita kelam bangsa kita, mari kita bangun negara untuk jauh lebih baik dan lebih maju dari sekarang. Semangat….!
Posting ini di dedikasikan untuk bangsa indonesia dan sebagai bentuk partisipasi kontes blog memperingati hari kemerdekaan yang di selenggarakan mas Iwan.
iya emang, zaman makin tua, manusia makin bebas tanpa aturan, gimana ya? pusing emang mikirin negara indonesia ini, ruwet ga jelas narik tali simpulnya mau darimana dulu, hehehe???
Mulai sekarang kita mesti benahi diri sendiri dan keluarga kita…
Jika masing2 orang melakukan ini…niscaya seluruh bangsa akan berubah ke arah yang baik…
@bocah:
Sama…kadang aku mikir…apa mereka nggak mikir besok mo jadi apa … huff…dasar anak muda sekarang….*untungnya saya anak muda kemarin..hehehehe….*
[...] contoh kontes yang masih berlangsung, kontes kemerdekaan dan kontes blog ajaib. Saya mengikutkan blog ini dalam kontes [...]
mulailah berubah berawal dari sini sendiri…
*semangat-semangat
Semangat Terus……..
salam kenal ya buat semua
Semangat perubahan, semangat pembaharuan!
mungkin bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
Salam kenal mas
[...] contoh kontes yang masih berlangsung, kontes kemerdekaan dan kontes blog ajaib. Saya mengikutkan blog ini dalam kontes [...]
July 12, 2008 at 1:44 pm
pusyyyinggg kalo liat anak muda jaman sekarang bos
masih banyak kejadian yang membuat saya mengelus dada bos